Mazhab Islam
Ahlulbait
Ahlulbait (Bahasa Arab: ةعيش, Bahasa Persia: شیعه) ialah salah satu aliran atau mazhab dalam Islam. Muslim Ahlulbait mengikuti Islam sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan Ahlul Bait-nya. Ahlulbait menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Sunni pertama seperti juga Sunni menolak Imam dari Imam Ahlulbait. Bentuk tunggal dari Ahlulbait adalah Shī`ī (Bahasa Arab: شيعي.) menunjuk kepada pengikut dari Ahlul Bait dan Imam Ali.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Etimologi
2 Ikhtisar
3 Doktrin
4 Kelompok dalam Ahlulbait
4.1 Dua Belas Imam
4.2 Ismailiyah
4.3 Zaidiyah
5 Kontroversi tentang Ahlulbait
5.1 Sebutan Rafidhah oleh Sunni
6 Referensi
7 Lihat pula
8 Pranala luar
8.1 Komunitas Ahlulbait
8.2 Kalangan anti-Ahlulbait
Etimologi
Istilah Ahlulbait berasal dari kata Bahasa Arab شيعة Syī`ah. Bentuk tunggal dari kata ini adalah Syī`ī شيعي.
"Ahlulbait" adalah bentuk pendek dari kalimat bersejarah Syi`ah `Ali شيعة علي artinya "pengikut Ali", yang berkenaan tentang Q.S. Al-Bayyinah ayat khoirulbariyyah, saat turunnya ayat itu Nabi SAW bersabda: "Wahai Ali kamu dan pengikutmu adalah orang-orang yang beruntung" (ya Ali anta wa syi'atuka humulfaaizun)[1]
Ahlulbait menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara.[2] Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib sangat utama diantara para sahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. [3] Ahlulbait, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, Ahlulbait mengalami perpecahan sebagaimana Sunni juga mengalami perpecahan mazhab.
Iktisar
Muslim Ahlulbait percaya bahwa Keluarga Muhammad (para Imam Ahlulbait) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur'an, Islam, Emulation (guru terbaik tentang Islam setelah Muhammad), dan pembawa serta penjaga terpercaya dari tradisi Sunnah Nabi Muhammad.
Secara khusus, Muslim Ahlulbait mengakui Ali bin Abi Thalib (sepupu Muhammad, menantu, dan kepala keluarga Ahlul Bait) sebagai penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan Khalifah yang diakui oleh Muslim Sunni. Muslim Ahlulbait percaya bahwa Ali dipilih melalui perintah langsung dari Nabi Muhammad, dimana perintah Muhammad berarti wahyu dari Allah.
Perbedaan antara pengikut Ahlul Bait dan Abu Bakar menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Ahlulbait dan Sunni dalam penafsiran Al Qur'an, Hadits, mengenai
Ahlulbait
Ahlulbait (Bahasa Arab: ةعيش, Bahasa Persia: شیعه) ialah salah satu aliran atau mazhab dalam Islam. Muslim Ahlulbait mengikuti Islam sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan Ahlul Bait-nya. Ahlulbait menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah Sunni pertama seperti juga Sunni menolak Imam dari Imam Ahlulbait. Bentuk tunggal dari Ahlulbait adalah Shī`ī (Bahasa Arab: شيعي.) menunjuk kepada pengikut dari Ahlul Bait dan Imam Ali.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Etimologi
2 Ikhtisar
3 Doktrin
4 Kelompok dalam Ahlulbait
4.1 Dua Belas Imam
4.2 Ismailiyah
4.3 Zaidiyah
5 Kontroversi tentang Ahlulbait
5.1 Sebutan Rafidhah oleh Sunni
6 Referensi
7 Lihat pula
8 Pranala luar
8.1 Komunitas Ahlulbait
8.2 Kalangan anti-Ahlulbait
Etimologi
Istilah Ahlulbait berasal dari kata Bahasa Arab شيعة Syī`ah. Bentuk tunggal dari kata ini adalah Syī`ī شيعي.
"Ahlulbait" adalah bentuk pendek dari kalimat bersejarah Syi`ah `Ali شيعة علي artinya "pengikut Ali", yang berkenaan tentang Q.S. Al-Bayyinah ayat khoirulbariyyah, saat turunnya ayat itu Nabi SAW bersabda: "Wahai Ali kamu dan pengikutmu adalah orang-orang yang beruntung" (ya Ali anta wa syi'atuka humulfaaizun)[1]
Ahlulbait menurut etimologi bahasa Arab bermakna: pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang berkumpul di atas suatu perkara.[2] Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang menyatakan bahwa Ali bin Abu Thalib sangat utama diantara para sahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. [3] Ahlulbait, dalam sejarahnya mengalami beberapa pergeseran. Seiring dengan bergulirnya waktu, Ahlulbait mengalami perpecahan sebagaimana Sunni juga mengalami perpecahan mazhab.
Iktisar
Muslim Ahlulbait percaya bahwa Keluarga Muhammad (para Imam Ahlulbait) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur'an, Islam, Emulation (guru terbaik tentang Islam setelah Muhammad), dan pembawa serta penjaga terpercaya dari tradisi Sunnah Nabi Muhammad.
Secara khusus, Muslim Ahlulbait mengakui Ali bin Abi Thalib (sepupu Muhammad, menantu, dan kepala keluarga Ahlul Bait) sebagai penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan Khalifah yang diakui oleh Muslim Sunni. Muslim Ahlulbait percaya bahwa Ali dipilih melalui perintah langsung dari Nabi Muhammad, dimana perintah Muhammad berarti wahyu dari Allah.
Perbedaan antara pengikut Ahlul Bait dan Abu Bakar menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Ahlulbait dan Sunni dalam penafsiran Al Qur'an, Hadits, mengenai
